FE News – Suasana berbeda terlihat dalam pelaksanaan Yudisium Fakultas Ekonomi Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang, Minggu (9/8/2026). Para peserta, dosen, dan tenaga kependidikan hadir mengenakan kebaya serta pakaian tradisional yang menghadirkan nuansa budaya Nusantara di Aula UNWAHA.
Penggunaan busana tradisional menjadi salah satu daya tarik dalam yudisium tahun ini. Peserta perempuan tampil dengan kebaya encim, sedangkan peserta laki-laki mengenakan pakaian tradisional seperti beskap.
Salah satu peserta, Rohmad Lukman Hakim menilai konsep tersebut membuat pelaksanaan yudisium terasa lebih unik dibandingkan kegiatan akademik pada umumnya.
“Yudisium terasa lebih unik karena kami mengenakan kebaya dan pakaian tradisional. Suasananya berbeda dan lebih berkesan,” ungkap lulusan terbaik tersebut.
Nuansa budaya tersebut selaras dengan tema “Membangun Jiwa Manajerial yang Tangguh, Berdaya Saing Global, Berbudaya Nusantara.” Fakultas Ekonomi UNWAHA ingin menunjukkan bahwa kesiapan menghadapi perkembangan global tetap dapat berjalan bersama dengan penghargaan terhadap budaya Indonesia.
Dekan Fakultas Ekonomi UNWAHA, Ita Rahmawati, S.E., M.Si., dalam sambutannya juga mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, yudisium bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional dan kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik Ino Angga Putra, M.Pd. Suasana semakin meriah dengan penampilan band dosen Fakultas Ekonomi. Rangkaian acara ditutup dengan doa oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Kerumahtanggaan Prof. Dr. KH. Kholid, M.Ag.
Dokumentasi Kegiatan


